Kamis, 14 Maret 2013

Syair (Do'a Abu Nawas)





الهي لست للفردوس اهلا * ولا اقوى على نار الجحيم 
فهب لي توبة واغفر ذنوبي * فإنك غافر الذنب العظيم 
ذنوبي مثل اعداد الرمال * فهب لي توبة يا ذا الجلال 
وعمري ناقص فى كل يوم * وذنبي زائد كيف احتمالي 
الهي عبدك العاصى اتاك * مقرا بالذنوب و قد دعاك 
فإن تغفر فأنت لذاك اهل * و ان تطرد فمن يرجو سواك


Ilahi Lastu lilfirdausi ahla,
Walaa aqwa 'ala naaril jahiimi 
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz-dzanbil 'adzimi ....
Dzunubi mitslu a'daadir-rimali,
Fahabli taubatan ya dzal Jalaali, 
Wa 'Umri naqishu fi kulli Yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa-htimali
Ilahi 'abdukal' aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi
Wa qad di'aaka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Anggur tadrud faman narju siwaaka

Duh Gusti ... tidak layak aku masuk ke dalam sorga-Mu 
Tetapi hamba tidak kuat menerima siksa neraka-Mu 
Maka kami mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku 
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa ....
Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai,
Maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
Sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, apalah dayaku
Duh Gusti ... hamba-Mu penuh maksyiat,
Datang ke-Mu bersimpuh memohon Ampunan,
Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,
Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap?

Minggu, 10 Maret 2013

KURIKULUM 2013: ALOKASI WAKTU MATA PELAJARAN DI SD/MINGGU


Pada dokumen Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar (SD) yang sudah banyak beredar terdapat struktur kurikulum yang menggambarkan beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. 

Struktur kurikulum merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan.

ALOKASI WAKTU MATA PELAJARAN DI SD/MINGGU



 MATA PELAJARAN

ALOKASI WAKTU BELAJARPER MINGGU

I

II

III

IV

V

VI
Kelompok A
1.Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
4

4

4

4

4

4
2.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
5

6

6

4

4

4
3.Bahasa Indonesia
8

8

10

7

7

7
4.Matematika
5

6

6

6

6

6
5.Ilmu Pengetahuan Alam
-

-

-

3

3

3
6.Ilmu Pengetahuan Sosial
-

-

-

3

3

3
Kelompok B
1.Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan lokal/Bahasa Daerah)
4

4

4

6

6

6
2.Penjaskes (termasuk muatan lokal)
4

4

4

3

3

3
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu

30

32

34

36

36

36

Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.

Integrasi Kompetensi Dasar IPA dan IPS didasarkan pada keterdekatan makna dari konten Kompetensi Dasar IPA dan IPS dengan konten Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang berlaku untuk kelas I, II, dan III. 

Sedangkan untuk kelas IV, V dan VI, Kompetensi Dasar IPA dan IPS berdiri sendiri dan kemudian diintegrasikan ke dalam tema-tema yang ada untuk kelas IV, V dan VI. Kegiatan ekstra kurikuler SD/MI antara lain, Pramuka sebagai ekstra kurikuler wajib. Selain itu, ada UKS dan PMR.

Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD/MI kelas I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar SD/MI adalah 35 menit. 

Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar. 


Sumber: http://www.sekolahdasar.net

Kamis, 07 Maret 2013

Syarat Peserta Sertifikasi Guru 2013


Peserta sertifikasi guru harus memenuhi syarat ijazah, masa kerja, dan usia, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki NUPTK.

Berikut uraian syarat peserta yang dijelaskan pada Buku 1 Sertifikasi Guru dalam Jabatan 2013

a.  Guru  yang  belum  memiliki  sertifikat  pendidik  dan  masih  aktif mengajar  di  sekolah  di  bawah  binaan  Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan kecuali guru Pendidikan Agama. Sertifikasi bagi guru  Pendidikan  Agama  dan  semua  guru  yang  mengajar  di madrasah   diselenggarakan  oleh  Kementerian  Agama  dengan kuota  dan  aturan  penetapan  peserta  dari  Kementerian  Agama (Surat  Edaran  Bersama Direktur  Jenderal  PMPTK  dan  Sekretaris Jenderal  Departemen  Agama  Nomor  SJ/Dj.I/Kp.02/1569/  2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007). 

b.  Memiliki  kualifikasi  akademik  sarjana  (S-1)  atau  diploma  empat (D-IV)  dari  program  studi  yang  terakreditasi  atau  minimal memiliki izin penyelenggaraan. 

c.  Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan: 
1)  diangkat  menjadi  pengawas  satuan  pendidikan  sebelum berlakunya  Peraturan  Pemerintah  Nomor  74  Tahun  2008 tentang Guru (1 Desember 2008), dan  
2) memiliki usia  setinggi-tingginya 50  tahun pada  saat diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan. 

d.  Guru yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila: 
1)  pada  1  Januari  2013  sudah  mencapai  usia  50  tahun  dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau 
2) mempunyai  golongan  IV/a  atau  memenuhi  angka  kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan pangkat).  

e.  Sudah  menjadi  guru  pada  suatu  satuan  pendidikan  (PNS  atau bukan  PNS)  pada  saat  Undang-Undang  Nomor  14  Tahun  2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan tanggal 30 Desember 2005.  


f.  Guru bukan PNS pada  sekolah  swasta yang memiliki  SK  sebagai guru  tetap  minimal  2  tahun  secara  terus  menerus  dari penyelenggara pendidikan (guru tetap yayasan), sedangkan guru bukan  PNS  pada  sekolah  negeri  harus  memiliki  SK  dari Bupati/Walikota.  

g.  Pada tanggal 1 Januari 2014 belum memasuki usia 60 tahun. 

h.  Sehat  jasmani  dan  rohani  dibuktikan  dengan  surat  keterangan sehat dari dokter.  Jika peserta diketahui  sakit pada  saat datang untuk  mengikuti  PLPG  yang  menyebabkan  tidak  mampu mengikuti  PLPG,  maka  LPTK  BERHAK  melakukan  pemeriksaan ulang  terhadap  kesehatan  peserta  tersebut.  Jika  hasil pemeriksanaan kesehatan menyatakan peserta tidak sehat, LPTK berhak  menunda  atau  membatalkan  keikutsertaannya  dalam  PLPG.  

i.  Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). 

buku pedoman Sergur 2013 silahkan unduh di sini